KEPOLISIAN Wilayah Polda

KEPOLISIAN Wilayah Polda

KEPOLISIAN Wilayah Polda Sulawesi Tengah( Sulteng), membekuk 2 masyarakat Cina sebab melaksanakan penambangan kencana bawah tangan di Martil.

Kabid Humas Polda Sulteng, Komisaris Besar Djoko Wienartono berkata, 2 Masyarakat Negeri Asing( WNA) itu bernama samaran LJ( 62) serta ZX( 62). Dibekuk akhir Mei kemudian.

Mereka, lanjutnya, telah sebagian bulan terakhir melaksanakan tambang kencana bawah tangan di area kontrak buatan tambang kencana kepunyaan PT Pandangan Martil Minerals( CPM) di Vatutela, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore.

“ LJ serta ZX berfungsi selaku teknisi makmal yang dibentuk di posisi tambang bawah tangan Vatutela,” jelas Djoko di Martil, Kamis( 6 atau 6).

2 masyarakat Cina itu berani melaksanakan tambang bawah tangan, sementara itu tiba ke Martil cuma berbekal permisi izin kunjungan.

“ Kita sedang memahami siapa investor serta siapa yang bawa 2 masyarakat Cina itu masuk ke Martil. Interogator kita masuk melaksanakan investigasi. Yang tentu hendak terdapat terdakwa lain,” kata Djoko.

Penahanan ini jadi fakta jelas dari langkah- langkah proaktif yang didapat oleh pihak kepolisian dalam menanggulangi kasus- kasus pertambangan bawah tangan yang bisa mudarat negeri serta mengganggu area.

KEPOLISIAN Wilayah Polda

“ Dari hasil kalkulasi kita menciptakan kehilangan negeri Rp11 miliyar dari kegiatan pertambangan bawah tangan yang dicoba LJ serta ZX,” dempak Djoko.

Pada penahanan yang dicoba di posisi tambang kencana bawah tangan Vatutela, polisi mengambil beraneka perlengkapan yang dipakai buat aktivitas tambang kencana bawah tangan.

Di antara lain, 3 bagian perlengkapan berat excavator, 20 tong plastik, 4 mesin alkon, 3 pipa paralon, satu set perlengkapan percobaan ilustrasi, serta 2 jerigen materi kimia.

“ Materi kimia yang dipakai mereka itu hidrolik acid 32 persen serta hidrogen peroksida,” jelas Djoko.

Dikala ini kedua WNA itu sudah diamankan sedangkan di kantor Polda Sulteng buat pengecekan lebih lanjut.

Serta atas perbuatannya, mereka dijerat artikel 158 serta 161 hukum RI no 3 tahun 2020 mengenai pergantian atas hukum RI no 4 tahun 2009 mengenai pertambangan mineral serta batubara.

“ Mereka rawan ganjaran bui maksimum 5 tahun serta kompensasi sampai Rp100 miliyar,” tegas Djoko.

Viral berita ikn akan di bangun mall => https://tandrwe.site/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *